CSS Grid Lanjut Subgrid Masonry Implicit Tracks Auto Flow
Definisi
Selain grid-template, Grid punya fitur lanjut: subgrid (child mengikuti track parent), masonry (experimental, tata letak bata), dan implicit tracks (grid-auto-rows/grid-auto-flow) untuk item tak dijadwalkan eksplisit.
Kapan dipakai
- subgrid: alignment kolom/baris nested (form, card list) agar sejajar dengan parent.
- implicit tracks: saat jumlah item dinamis; biarkan Grid buat baris baru otomatis.
- masonry: galeri dengan tinggi tak seragam (belum stabil di semua browser — cek support).
Cara kerja
Subgrid
.parent { display: grid; grid-template-columns: 1fr 2fr; }
.child { grid-column: 1 / -1; display: grid; grid-template-columns: subgrid; }Implicit rows
.grid {
display: grid;
grid-template-columns: repeat(3, 1fr);
grid-auto-rows: 100px;
grid-auto-flow: dense; /* isi celah */
}Masonry (eksperimental)
.grid { display: grid; grid-template-rows: masonry; }Struktur alur
Loading diagram...
Catatan implementasi
- subgrid butuh parent punya track eksplisit di axis yang diwarisi.
grid-auto-flow: densebisa mengubah urutan visual demi mengisi celah — hati-hati urutan logis.- Masonry masih eksperimental; gunakan JS fallback atau column-count untuk produksi aman.
minmax()di auto-rows sering lebih baik dari nilai tetap.
Kesalahan umum
- Subgrid tanpa parent track: tidak mengikuti apa-apa.
- Auto-flow dense acak: urutan item berubah, bingung UX.
- Mengandalkan masonry: layout rusak di browser tak support.
- Terlalu banyak explicit line: pakai
spandan auto-flow lebih fleksibel.