Wordpress Multisite Basics Network Admin Site Options
Definisi
Multisite adalah fitur WordPress yang memungkinkan satu instalasi menampung banyak site dalam satu network. Core, plugin, dan theme dipakai bersama, sementara tiap site punya konten, user, dan opsi sendiri.
Kapan dipakai
Pakai multisite kalau kamu mengelola banyak site dengan identitas terpisah tapi infrastruktur sama: jaringan blog, portal kabupaten, tenant SaaS ringan. Jangan pakai multisite kalau site-nya beda stack atau butuh isolasi penuh (lebih baik separate install + shared package).
Cara kerja
Aktivasi
// wp-config.php
define('WP_ALLOW_MULTISITE', true);
// setelah setup network:
define('MULTISITE', true);
define('SUBDOMAIN_INSTALL', false); // atau true untuk subdomain
define('DOMAIN_CURRENT_SITE', 'example.com');
define('PATH_CURRENT_SITE', '/');
define('SITE_ID_CURRENT_SITE', 1);
define('BLOGCURRENT_SITE_ID', 1);Akses data site tertentu
switch_to_blog($site_id);
$name = get_bloginfo('name');
restore_current_blog();switch_to_blog memindahkan context query ke site tujuan; restore_current_blog mengembalikannya.
Opsi network vs site
get_option()→ opsi site saat ini.get_site_option()→ opsi level network (sama di semua site).get_blog_option($id, 'name')→ opsi site tertentu tanpa switch.
Struktur alur
Contoh network admin
Plugin bisa di-network activate (berlaku semua site) atau diaktifkan per site. Capability untuk kelola network adalah manage_network.
Catatan implementasi
- Tiap site punya tabel sendiri (
wp_2_posts,wp_3_posts, dst) kecuali tabel shared sepertiwp_users. wp_upload_dir()mengembalikan path/upload url per site.- Object cache harus aware multisite; cache key sering dibedakan per blog id.
Kesalahan umum
- Lupa
restore_current_blog(): query berikutnya nyasar ke site lain. - Plugin tidak multisite-aware: asumsi single site, menulis opsi global yang tabrakan antar site.
- Upload berantakan: path upload tidak dibedakan per site, file tertukar.
- Cache bocor antar site: tanpa key berbasis blog id, satu site membaca cache site lain.